Breaking News

10 Marketplace Terbaik Indonesia versi iPrice, Siapa Saja?


Dewasa ini masyarakat Indonesia makin banyak nih yang tertarik buat memulai bisnis, baik yang tujuan awalnya hanya sebagai pekerjaan sampingan namun diluar ekspektasi, bisnis tersebut justru makin berkembang dan semakin maju. Kita semua tau nih guys, bisnis dalam bidang perdagangan kini bukan hanya dilakukan secara offline saja. Namun bisnis secara online juga makin tumbuh seperti jamur di musim hujan. Tidak dipungkiri bahwa perdagangan online (e-commerce) di Indonesia makin naik daun dan memiliki masa depan cerah, dimana di asia eCommerce diperolopori oleh Jack Ma dengan alibaba yang telah merambah hampir seluruh asia.. Apalagi dalam lima tahun terakhir ini marketplace yang turut mendukung memajukan bisnis perdagangan pun juga bertambah pesat. Sebelum kita berbicara lebih jauh tentang marketplace, kita perlu paham nih perbedaan marketplace dan online shop?


Perbedaan Marketplace dan Online Shop

Marketplace merupakan situs yang menjadi perantara antara penjual dan pembeli di dunia maya. Jadi, situs marketplace inilah yang berperan sebagai pihak ketiga dalam transaksi secara online dengan menyediakan tempat berjualan dan fasilitas pembayarannya. Tuh bagi sobat-sobat yang memiliki bisnis dan ingin mengenalkannya di khalayak penjuru negeri bisa banget nih buat gabung di marketplace-marketplace karya anak negeri. Jenis marketplace juga ada beberapa nih, ada marketplace murni dan marketplace konsinyasi. Marketplace murni merupakan situs marketplace yang hanya menyediakan lapak untuk berjualan dan fasilitas untuk pembayarannya. Sehingga dalam marketplace murni ini, penjual wajub untuk menyediakan foto produk ataupun deskripsi produknya secara mandiri. Penjual juga bisa menerima penawaran harga dari pembeli, wah cocok nih buat bunda-bunda yang suka dapat harga lebih terjangkau, tidak  ada salahnya kan nego terus!! Contoh dari marketplace murni dari Indonesia adalah nama-nama yang tak asing kita dengar diberbagai media, misalnya Tokopedia, Bukalapak, Elevenia dan masih banyak lagi. Sedangkan marketplace konsinyasi mempunyai istilah udah titip barang. Bila penjual melakukan kerjasama dengan situs e-commerce maka dia hanya perlu menyediakan produk dan detail informasi pada pihak e-commerce. Pihak tersebutlah yang akan mengurus penjualan mulai dari foto produk, gudang, fasilitas pembayaran, hingga pengiriman barang. Di dalam marketplace jenis konsinyasi ini pembeli juga tidak dapat melakukan penawaran harga. Perbedaan mendasar antara keduanya sih berada pada tangungjawab penjual dan alur transaksinya. Jika alur transaksi marketplace murni terjadi langsung antara penjual dan pembeli namun berbeda dengan marketplace konsinyasi yang keseluruhan alurnya ditangani oleh situs e-commerce.

Sekarang giliran tentang online shop nih, platform jualan online yang satu ini menuntuk sang pemilik usaha untuk lebih mandiri. Misalnya dengan membuat website, mengelola pemasuran melalui akun social media, dan tentunya secara langsung berkomunikasi dengan konsumen. Dari hal ini tentu bisa dilihat ya, berjualan di toko online yang sudah punya brand merek sendiri jelas lebih banyak meraup keuntungan ya...!!Sobat sudah lebih paham kan tentang perbedaan marketplace dan online shop?

 Hasil gambar untuk marketplace


Persaingan Marketplace di Indonesia

Berbicara soal marketplace yang makin menjamur dan berlomba-lomba menunjukkan eksistensinya. Persaingan e-cpmmerce di Indonesia jadi makin sengit terlebih bulan Maret 2018 lalu salah satu marketplace, dilansir dari iPrice, Lazada mendapatkan guyuran dana sebesar Rp 27 triliun dari Alibaba. Bukan tidak mungkin nih Lazada bakal menjelma menjadi “Alibaba” Indonesia di tahun mendatang. Bukan hanya Lazada nih, shopee sebagai marketplace asal Singapura pun tidak kalah gesit meraih kue pasar. Himpitan Shopee dan Lazada tersebut ditandai dengan genjotan performa mereka dalam menyaingi pesaing lokal. Mulai dari pengikut media sosial, rangking aplikasi mobile ataupun pengunjung situs. Inilah yang menjadi pekerjaan rumah bagi pemain marketplace tanah air, terutama bagi pemain di usaha kecil dan menengah, tentu tidaklah mudah menyaingi raksasa kelas Shopee dan Lazada.

Yups, Indonesia memang menjadi pasar yang menggiurkan terkait jumlah populasi generasi muda yang besar dan pertumbuhan ekonomi yang makin kuat. Berikut nih tabel informasi terkait 10 marketplace terbaik di Indonesia versi iprice yang ditunjukkan melalui Peta e-commerce Indonesia. Peta e-commerce Indonesia ini mengurutkan pemain besar e-commerce berdasarkan rata-rata pengunjung website disetiap kuartal, pengikut media sosial, ranking aplikasi hingga jumlah karyawannya. Simak baik-baik ya..!!

Marketplace
Pengunjung
Web Bulanan
Rangking
AppStore
Ranking
PlayStore
Twitter
Instagram
Facebook
Jumlah
Karyawan
Tokopedia
153.639.700
2
4
174.300
903.260
5.892.100
1.917
Bukalapak
95.932.100
3
3
139.150
365.480
2.377.600
1.853
Shopee
38.882.000
1
1
41.120
1.101.010
13.246.900
1.717
Lazada
36.405.200
4
2
361.530
803.360
27.220.200
1.704
Blibli
31.303.500
6
5
437.710
339.970
7.956.800
998
JD ID
11.401.500
5
7
18.490
262.750
776.900
709
Sale Stock Indonesia
4.333.000
8
8
14.520
550.470
4.356.600
535
Elevenia
4.001.800
13
11
122.000
120.370
1.196.700
310
Bhinneka
3.725.600
25
19
71.790
20.420
1.037.500
509
Zalora
3.505.300
7
9
67.090
294.630
7.647.200
428
Dihimpun pada Oktober 2018

Dari tabel diatas dapat dilihat nih bahwa tiap-tiap marketplace tersebut memiliki strategi tersendiri untuk menarik pasarnya,sebagai contoh tokopedia yang memiliki pengunjung web bulanan dengan ranking tertinggi, namun bila dibandingkan dengan ranking AppStore dan PlayStorenya lebih tinggi Shopee. Nah itulah sedikit ulasan tentang marketplece Indonesia 2018 ini. Semoga bermanfaat!




No comments