Breaking News

Geliat Ekonomi Industri Tas dan Koper - INTAKO




Suatu hal yang membanggakan lho, untuk Kabupaten Sidoarjo kita tercinta. Meski belum memiliki tempat wisata alam yang menarik, ternyata Sidoarjo masuk dalam 10 kabupaten dengan destinasi terbaik nasional dalam ajang Penghargaan Wonderful Indonesia Tourism Award 2018. Selain itu, penghargaan yang juga didapat adalah untuk kepala daerah yang memiliki komitmen inovasi dan reformasi memajukan pariwisata daerah, juga diraih oleh Bupati Sidoarjo. That’s amazing lur !!.

Penghargaan Wonderful Indonesia Tourism Awards 2018 ini diberikan langsung oleh Yokatta News yang  bekerjasama dengan Kementerian Pariwisata Republik Indonesia dan diserahkan oleh Menteri pariwisata RI, Arief Yahya. Penghargaan diserahkan kepada Wakil Bupati Sidoarjo H. Nur Ahmad Saifuddin di Balairung Soesilo Soedarman gedung Sapta Pesona Kantor Kemenpar Republik Indonesia, Jakarta Pusat pada 20 Juli 2018 lalu.

Wakil Bupati Sidoarjo H. Nur Ahmad menerima penghargaan Wonderful Indonesia Tourism Awards 2018 bersama 44 kepala daerah yang ada di Indonesia. Dilansir dari berita jatim, H. Nur Ahmad mengatakan, meskipun Sidoarjo tidak memiliki banyak wisata alam, namun Pemkab mampu mengembangkan wisata yang ada. Seperti destinasi wisata Geologi Lumpur Sidoarjo (Lusi) dan Wisata belanja Intako. Keduanya dinilai Cak Nur menjadi destinasi wisata yang selalu ramai pengunjung dalam setiap hari.
Nah omong-omong tentang wisata belanja, siapa sih yang gak suka belanja-belanja?apalagi kaum hawa nih pasti kalo ngantuk langsung melek pas diajakin belanja, hehe. Lalu gimana sih awal mula Intako Sidoarjo?
INTAKO merupakan singkatan dari Industri Tas dan Koper. Wadah yang bersifat koperasi ini didirikan sejak tahun 1976. Kurang lebih sekitar 352 pengrajin tergabung di dalamnya dengan berbagai macam produk seperti  tas, dompet, sepatu  hingga koper. Koperasi ini tidak hanya bertujuan untuk menyejaterahkan anggotanya, tetapi juga memiliki tujuan menjadikan pasar mereka menjadi lebih kompetitif dan menjadi kiblat dari perekonomian Indonesia. Hal tersebut terbukti dengan produk-produk yang diciptakan bermutu tinggi dan tetap memiliki harga yang  terjangkau untuk  semua  masyarakat.


Sejarah panjang sentra produksi tas dan koper Tanggulangin dimulai pada tahun 60-an. Awalnya hanya beberapa orang saja yang  menjadi  tenaga  lepas untuk membantu proses pembuatan koper di Surabaya. Selanjutnya munculnya tenaga-tenaga terampil yang mampu membuat koper sendiri di suatu desa yang bernama Kedensari,  Kecamatan Tanggulangin. Proses awalnya padasaat itu pun sangat sederhana. Koper terbuat dari bahan karton tebal yang kemudian dilapisi kulit dan diproses secara sederhana lalu dipres menggunakan lem kanji.

Kualitas tas Tanggulangin Sidoarjo tentu gak kalah lho dengan daerah lain serta telah diakui oleh konsumen. Hal itu dapat dibuktikan dengan bahan tas yang digunakan bermacam-macam, mulai dari bahan biasa sampai bahan kulit asli yang digunakan untuk membuat tas tersebut. Jenis tas yang di produksi pun beraneka ragam. Mulai dari tas anak-anak, remaja sampai yang dewasa sekalipun. Desain yang digunakan kebanyakan hampir sama atau mirip dengan produk tas yang sudah ada. Bakal bingung pilih nih, kalo mampir kesan karena kreasi dari pengrajin yang luar biasa.



Nah, dilihat dari aspek ekonomis, keberadaan sentra industri tas kulit (yang sudah dikenal dengan kualitas produk tas dan koper) di Tanggulangin telah membawa dampak positif pada masyarakat sekitarnya. Bagi individu yang memiliki kemampuan manajerial, keahlian, serta modal yang mencukupi berhasil meneruskan dan mengembangkan kemampuan turun temurun dalam pembuatan kerajinan kulit. Untuk anggota masyarakat sekitarnya juga memperoleh dampak positif baik penyerapan tenaga kerja dan peningkatan pendapatan. Semua hal tersebut berpengaruh pada kenaikan taraf hidup bagi masyarakat Tanggulangin dan juga memberikan ikatan sosial yang baik. Ikatan ini terbentuk karena kesamaan profesi serta tradisi dan semangat untuk bersama-sama meningkatkan kualitas hidup secara berdampingan.
 
Melalui peran serta koperasi INTAKO, skala usaha kerajinan kecil Tanggulangin semakin pesat, bahkan mampu menembus pasar ekspor ke luar negeri salah satunya Arab. Biasanya barang yang diekspor ke Arab berupa koper kulit asli dan koper kulit sintesis. Tuh kan dulur, kalau melihat dari sisi perdagangan sudah dikenal sampai mancanegara lho. So, Sidoarjo harus mampu mempertahankan dan mengembangkan tempat wisata lain yang ada nih. Sehingga Sidoarjo tidak hanya dijadikan sebagai pusat perdagangan barang dan jasa saja. Melainkan sebagai tempat berkumpulnya masyarakat dari berbagai kabupaten untuk berwisata.










No comments