Breaking News

Kerajinan Perak : Gosok cincin nikah (bagian 2)





Pada kesempatan yang sama, di tengah mengamati proses kerja para pengrajin perak di HS Silver, Menperin ditawari pengrajin untuk mencuci cincin nikahnya dengan menggunakan sabun tradisional dari buah lerak. Fungsi buah lerak ini bisa membersihkan kembali perhiasan perak yang sudah kusam, dan juga biasa dipakai untuk mencuci batik.

Begitu direndam beberapa saat dan digosok, tak berselang lama hanya dalam hitungan detik, pengrajin perak itu kembali menyerahkan cincin ke Airlangga. Hasilnya, cincin tersebut berkilau kembali. “Karena kalau rusak nanti dimarahi bojo (istri),” kelakar Airlangga sambil menunjukkan cincinnya yang terlihat seperti memantulkan cahaya.

Kekhawatiran Airlangga jika cincinnya tersebut akan rusak jika setelah digosok tidak terbukti. Ia justru dibuat heran karena cincin pernikahannya berubah lebih bersih seperti saat masih baru dan merasa puas dengan polesan pengrajin perak tersebut. “Wah, beneran jadi berkilau, kayak baru," ungkapnya.

Airlangga juga berkomentar ketika melihat pengrajin perak menyusun benang filigree ke dalam perhiasan. “Seperti ini yang tidak bisa dilakukan secara digital. Kalau dibuat digital, perempuan juga pasti tidak mau pakai,” ucapnya.

Didampingi Wali Kota Yogyakarta Haryadi Suyuti serta Dirjen Ketahanan dan Pengembangan Akses Industri Internasional (KPAII) I Gusti Putu Suryawirawan, Menperin serius melihat proses patri yang menggunakan serbuk perak, pembuatan benang perak, pengelasan perak, hingga proses perebusan supaya warna perak kembali cerah. (tamat)

Tidak ada komentar