Breaking News

Upayakan Ekonomi Berkeadilan, Kemendag Dukung Hypermart Terapkan Skema Kemitraan Dengan Warung Tradisional


Kementerian Perdagangan terus mengupayakan pemerataan ekonomi yang berkeadilan. Salah satunya dengan mendukung ritel modern dan dunia perbankan untuk menjalin kemitraan dengan warung tradisional. 

Setelah tahun lalu Indogrosir dan Alfarmart sukses meluncurkan program pemberdayaan warung tradisional, kali ini giliran Hypermart dan Nobu Bank menjalin kerja sama dengan warung tradisional. Kerja sama ini diluncurkan Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita di Desa Giriroto, Kabupaten Boyolali Jawa Tengah, beberapa waktu lalu. 

”Melalui kebijakan ini pemerintah terus berkomitmen untuk mengatasi masalah ketimpangan sektor ritel melalui penguatan kemitraan antara warung tradisional dan ritel modern dalam mendapatkan akses pasar yang adil. Ritel modern yang memiliki akses pasar berkewajiban membantu warung tradisional dalam pengadaan barang dagangannya,” ungkap Mendag. 

Pada acara kali ini, Hypermart dan Nobu Bank meluncurkan program kemitraan untuk memberikan akses barang dagangan dengan harga bersaing, pelatihan pengelolaan dan display warung, sekaligus efisiensi warung berbasis teknologi informasi. Bantuan ini diberikan kepada 10 warung binaan di Kabupaten Boyolali. Selain itu, Hypermart dan Nobu Bank juga memberikan bantuan akses permodalan dalam bentuk pinjaman lunak. 

”Kami menekankan bahwa ritel modern dan perbankan harus dapat membantu warung tradisional untuk menopang pertumbuhan ekonomi nasional,” ujar Mendag. 

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (APRINDO) Roy Mande menegaskan bahwa APRINDO akan terus mendukung kebijakan pemerintah untuk meningkatkan kerja sama ritel modern dengan warung tradisional. 

”Dengan dukungan berbagai pihak, tentunya akan lebih banyak warung tradisiional yang bisa dirangkul melalui program kemitraan ini. Kami berharap program ini dapat menjadi program yang berkelanjutan,” kata Roy Mande. 

PT Matahari Putra Prima Tbk. mengelola 115 toko Hypermart di 64 kota di seluruh Indonesia siap menjalankan kemitraan dengan warung tradisional sehingga ritel modern dan warung dapat maju bersama. 

Program kemitraan ini merupakan kelanjutan dari rangkaian kerja sama usaha distribusi barang dari ritel modern ke warung tradisional. Sebelumnya Kemendag telah memfasilitasi program kemitraan Indogrosir di Bekasi dan Alfamart di Kota Tangerang. 

Selain itu, Kemendag telah melaksanakan program serupa yaitu program bedah warung tradisional. Pada tahun 2017, Kemendag telah melaksanakan bedah warung sebanyak 225 warung di seluruh Indonesia. Sedangkan untuk tahun 2018 Kemendag akan melaksanakan bedah warung sebanyak 200 warung. 

Dalam kunjungan ke Boyolali Jawa Tengah, Mendag juga berkesempatan meninjau Pasar Legi di Kota Surakarta. Pada kunjungan tersebut Mendag memastikan beras Bulog tersedia dan harganya sesuai HET. 

“Kemendag akan menggelontorkan beras ke pasar tradisional agar harganya stabil sehingga tidak membebani masyarakat jelang bulan puasa 2018. Kemendag juga akan memastikan Bulog menyerap beras petani sesuai dengan HPP sehingga tidak perlu ada kekhawatiran dari petani,” jelas Mendag. 

Di Pasar Legi beras medium dari Bulog dijual Rp 9.350/kg, sedangkan untuk HET di Pulau Jawa Rp9.450/kg. Pasar Legi terletak di jalan S. Parman Kelurahan Stabelan, Kecamatan Banjarsari, Surakarta. Pasar yang telah berdiri sejak 1930-an ini memiliki jumlah los sebanyak 1500 unit dan 240 kios. Dengan jumlah pedagang sebanyak 2303 orang, pasar ini dikunjungi rata-rata 1500 orang perhari dengan jumlah transaksi rata-rata Rp 1,6 miliar perhari.

Tidak ada komentar