Kamis, 22 Maret 2018

Perluas Cakupan Pasar, Bitcoin Indonesia Ganti Nama Menjadi INDODAX


Startup penyedia layanan cryptocurrency Bitcoin Indonesia pada 14 Maret 2018 resmi mengganti nama menjadi INDODAX. Nama tersebut merupakan singkatan dari Indonesia Digital Asset Exchange. Penggantian nama sengaja dilakukan, pasalnya mereka ingin dapat diterima oleh kalangan luas dan tidak terpaku pada salah satu jenis cryptocurency yang cukup beredar luas di luar sana.
Oscar Darmawan, CEO Bitcoin.co.id (INDODAX) mengungkap bahwa transformasi nama ini memang bagian dari fokus bisnis mereka untuk merangkul perkembangan public blockchain yang terus berkembang luas.

Nantinya, INDODAX tetap akan bisa melayani jual dan beli aset digital seperti Bitcoin, Ethereum, Ripple, dan beberapa cryptocurrency lainnya. Selain itu, pihaknya juga menyampaikan bahwa pihaknya berusaha mengedepankan keamanan, kemudahan, kecepatan, dan pelayanan yang memuaskan dalam setiap transaksinya. Dengan wujud terbarunya ini memungkinkan pengguna untuk membeli atau menjual aset digital setiap saat, 24 jam dalam sehari, 7 hari dalam seminggu, termasuk juga pada saat hari libur.

“Kami percaya bahwa teknologi digital asset dapat memberikan dampak positif yang besar terhadap ekonomi. Kini peranan digital asset di Indonesia sebagai salah satu media spekulasi pun semakin berkembang, khususnya dengan makin berkembangnya teknologi blockchain. INDODAX hadir untuk membantu pelanggan dalam memberikan tempat untuk membeli dan menjual digital asset dengan cara yang mudah, aman dan cepat, terang Oscar.

Keamanan dan transparansi dalam bertransaksi digital asset menjadi fokus utama INDODAX. Salah satu perwujudannya adalah dengan peraturan yang diterapkan oleh perusahaan di mana setiap orang yang ingin membeli atau menjual digital asset melalui INDODAX harus mendaftarkan diri sesuai dengan data pribadi yang sah untuk menghindari munculnya tidak kriminal.

Selain itu pihak INDODAX mengklaim bahwa mereka didukung dengan teknologi blockchain yang membuat semua aset digital dan perpindahannya dapat dilacak dengan lebih mudah. Karena semua transaksi yang terjadi tercatat secara elektronik di dalamnya.

Saat ini INDODAX mencatat sudah memiliki 1,1 juta anggota terdaftar yang tersebar di berbagai wilayah di Indonesia. Rata-rata pertumbuhan baru pun mencapai angka 3000 per hari dengan rata-rata volume transaksi yang sekarang terjadi mencapai 100 miliar rupiah.

Artikel Terkait


EmoticonEmoticon