Minggu, 11 Februari 2018

Uang Elektronik Wujud Nyata Inovasi Teknologi di Indonesia

Tags

Uang elektronik sudah bukanlah hal yang asing di kalangan masyarakat perkotaan. Sejak diwajibkannya, Flazz, BCA, Emoney Mandiri, BNI Tap Cash dan BRI Brizz, di halte transjakarta. Hampir 80% warga Jakarta dan sekitarnya memiliki alat pembayaran ini. Namun, tahukah Anda kalau uang elektronik sudah bukan hanya dikeluarkan oleh Bank?

uang-elektronik-wujud-nyata-inovasi-teknologi-diindonesia

Bank Indonesia sendiri telah memberikan izin kepada 21 instansi yang hanya terdiri dari 9 Bank dan sisanya adalah lembaga non keuangan yang didalamnya termasuk perusahaan telekomunikasi mengantongi izin menerbitan uang elektronik.

Hal ini dilakukan dalam rangka mengefektifkan program inklusi keuangan dan juga Gerakan Nasional Non Tunai yang dicanangkan oleh Bank Indonesia. Salah satu hal yang mendasari perusahaan telko menerbitkan uang elektronik, karena jumlah pengguna ponsel di Indonesia lebih besar dibandingkan jumlah nasabah Bank. Menurut data beberapa perusahaan telekomunikasi, jumlah penetrasi ponsel di Indonesia sudah sampai diangka 330juta atau sekitar 125% dari jumlah populasi.

Selain jumlah yang besar, masyarakat di Indonesia saat ini lebih senang membawa ponsel dibandingkan membawa dompet. Seperti ungkapan, feeling naked without handphone, inilah yang dirasakan masyarakat di Indonesia. Oleh karena itu, tiga perusahaan telekomunikasi besar di Indonesia dengan percaya diri melenggang ke ranah finansial dengan menghadirkan uang elektronik yang dapat diakses di ponsel.

Perusahaan telekomunikasi yang pertama kali mengeluarkan produk uang elektronik adalah Telkomsel di tahun 2008. Digadang sebagai perusahaan telekomunikasi terbesar di Indonesia, Telkomsel pun akhirnya menerbitkan uang elektronik dengan nama TCASH. Ketika pertama kali dikeluarkan, Telkomsel menggunakan fitur UMB atau USSD (*XXX#).

Diawal kehadirannya, TCASH bekerjasama dengan beberapa convenient store dan minimarket. Dengan menggunakan token atau otp melalui sms pelanggan telkomsel sudah dapat melakukan transaksi dengan saldo di ponselnya tanpa harus mengeluarkan uang tunai. Namun sayang, karena penggunaannya dianggap kurang praktis, akhirnya lebih banyak pelanggan pasif dibandingkan dengan yang aktif.

Tujuh tahun berselang, akhirnya Telkomsel belajar dari masa lalu. Mereka berinovasi untuk TCASHnya dengan mengganti USSD menjadi kartu NFC. Karena mereka berfikir kalau masyarakat di Indonesia lebih senang menggunakan kartu karena ada bentuk fisiknya.

Rudy Hamdani, VP Mobile Financial Services Operations, PT Telekomunikasi Indonesia (Telkomsel) mengatakan bahwa mereka sadar benar akan kebiasaan orang Indonesia yang biasa menggunakan kartu.

“Kami sepakat menggunakan kartu, tetapi kartu itu kan butuh dompet. Oleh karena itu, kami berpikir kalau kami harus menciptakan suatu fasilitas yang dapat menggantikan dompet. Nah, kami pun akhirnya membuat kartu NFC yang dapat ditempel di ponsel. Sebenarnya itu juga kartu hanya bedanya, dapat ditempel di ponsel,” ungkapnya.

Setelah inovasi yang dilakukan Telkomsel pelanggan aktifnya pun bertambah, tercatat sampai dengan tahun ini sudah ada 800ribu pengguna TCASH Tap di Indonesia. Ditambah lagi, saat ini TCASH sudah bekerjasama dengan beberapa merchant, seperti Mc Donalds, KFC, Wendys, Coffee Bean, Chatime dan lainnya dan juga memberikan diskon-diskon di merchant tersebut.

“Kami itu memiliki prinsip pelanggan itu mencoba dan merasakan dulu bagaimana TCASH. Nah, promo-promo yang kami berikan itu salah satunya,” ungkap Rudy.

Walaupun menurutnya promo ini tidak akan selamanya diberikan, tetapi dirinya yakin jika para pelanggan yang sudah mengetahui mudahnya bertransaksi dengan TCASH akan tetap menggunakannya. Selain itu jumlah pelanggan yang sudah mencapai 150juta di seluruh Indonesia juga menjadi kunci kesuksesan produk uang elektronik yang mereka terbitkan.

Perusahaan telekomunikasi lainnya yang juga memberikan layanan uang elektronik adalah Indosat Oreedoo dengan produknya, Dompetku Indosat. Sebuah layanan keuangan yang dapat diakses melalui ponsel. Berbeda dengan Telkomsel yang telah mengubah fitur layanan dari USSD menjadi NFC. Indosat dengan Dompetkunya masih setia memiliki dua fitur tersebut.

“Strategi kami bakar nyamuk, jadi kami mengincar orang-orang yang dipinggir kota dulu baru ke kota. Karena itulah kami masih memberikan layanan USSD (*XXX#) untuk para pelanggan yang belum menggunakan smartphone,” ujar Randy Pangalila, Group Head Mobile Finance Service, PT Indosat Oreedoo.

Randy mennuturkan, sampai dengan saat ini jumlah transaksi Indosat Dompetku sudah mencapai Rp.800ribu per hari dan jumlah ini akan akan terus bertambah seiring dengan layanan Dompetku Indosat yang sudah menjadi telko agnostik.

“Saat ini untuk mendaftar Dompetku sudah tidak perlu lagi memiliki nomor Indosat. Semua nomor sudah dapat digunakan untuk mendaftar di aplikasi Dompetku Indosat,” jelas Randy.
Indosat sendiri sampai dengan semester pertama 2016 sudah mengantongi 70juta pelanggan di seluruh Indonesia.

Tak mau kalah dari dua perusahaan telekomunikasi besar Indonesia, PT XL Axiata juga menerbitkan uang elektronik yang bernama XL Tunai. Layanan yang sudah hadir sejak tahun 2012 ini sampai dengan tahun ini selalu meningkat tajam.

Menurut Alfie Tjahjo Prasetyo, Head of Mobile Finance, XL Axiata, pengguna XL Tunai sudah mencapai 1,8juta dengan penyebaran yang sudah menjangkau 93% populasi di Indonesia, seduai dengan coverage jaringan yang dimiliki oleh XL.

Hadirnya uang elektronik dari perusahaan telekomunikasi ini disambut baik oleh Bank Indonesia dengan memberikan dua izin sekaligus kepada perusahaan telekomunikasi, yaitu izin penerbitan uang elektronik serta kegiatana pengiriman uang atau transfer.

Eni Panggabean, Direktur Eksekutif Departemen Kebijakan dan Pengawasan Sistem Pembayaran Bank Indonesia, mengatakan Pengguna ponsel sangat besar di Indonesia maka penggunaan fitur teresebut menjadi salah satu potensi pengembangan instrumen sistem pembayaran. Sebagaimana kita ketahui, saat ini pengguna ponsel di Indonesia mencapai angka lebih dari 310 juta, bahkan melebihi jumlah penduduk di Indonesia.

“Inisiatif yang diakukan perusahaan telekomunikasi tersebut merupakan strategi untuk meningkatkan transaksi menggunakan uang elektronik server based milik masing-masing, yaitu Dompetku milik Indosat, T-Cash milik Telkomsel, dan XL Tunai,” jelasnya.

Selain itu, terbitnya uang elektronik dari perusahaan telekomunikasi juga menjadi sebuah wujud nyata akan adanya inovasi teknologi di Indonesia. Walaupun penerapannya lebih banyak di Jakarta, tetapi penggunaan uang elektronik dan budaya cashless di Indonesia ini menjadi tolak ukur baru bahwa bangsa Indonesia sudah sangat melek terhadap kemajuan teknologi.

Artikel Terkait


EmoticonEmoticon