Jumat, 09 Februari 2018

Dukung Visi Ekonomi Indonesia 2020, Pemerintah Dorong UMKM Go Digital

Tags

Visi ekonomi Indonesia 2020 ialah menjadi “The Digital Energy of Asia” dengan target pertumbuhan transaksi e-Commerce sebesar USD 130 Miliar. Dalam mengejar visi ini, pemerintah mengaku menghadapi dua tantangan utama yang harus diselesaikan secara seimbang dan serentak yaitu globalisasi dan sistem ekonomi yang adil dan produktif, yang berpihak pada rakyat serta terjaminnya sistem insentif ekonomi yang adil dan mandiri.

Pemerintah-Dorong-UMKM-Go-Digital
 Oleh karena itu, pemerintah dalam hal ini Kementerian Koperasi dan UKM, Kementerian Komunikasi dan Informatika dan pemerintah daerah dengan giat mengajak para pelaku UMKM (Usaha Kecil dan Menengah) untuk mulai memanfaatkan platform digital untuk memasarkan produknya.

Demi mewujudkan hal tersebut, pemerintah nampaknya sadar tak dapat berjalan sendiri. Sehingga, pemerintah menggandeng beberapa e-commerce platform UMKM untuk melakukan Gerakan Nasional digitalisasi UMKM. Adapun e-Commerce yang dilibatkan adalah BLANJA.com, MatahariMall.com, Lazada, Shopee, Blibli, Tokopedia dan Bukalapak.
Hal ini juga dilakukan untuk mendorong kekuatan ekonomi nasional yang berbasis UMKM. Gerakan Nasional ini juga didukung oleh 2 program pemerintah yaitu 8 juta UMKM dan Ekonomi Kerakyatan.

UMKM dipilih sebagai representasi ekonomi rakyat dikarenakan dapat menyerap tenaga kerja ± 90 % serta memberikan kontribusi sebesar 58% pada Produk Domestik Bruto Nasional. Terlebih lagi dari hasil survey UMKM yang telah online, dapat disimpulkan bahwa berjualan online dapat meningkatkan pendapatan UMKM hingga 26% dan meningkatkan penyerapan tenaga kerja yang berimbas pada peningkatan ekonomi nasional secara berkala dan bertahap.

Tak hanya itu, belakangan ini geliat digitalisasi UMKM memang semakin terasa. Salah satu upaya yang terlihat adalah dengan diresmikannya kampung UKM digital di Cianjur, Jawa Barat. Lewat rilis yang disiarkan di website Kementerian Koperasi dan UMKM, Kampung UKM Digital ini merupakan hasil kerjasama dengan PT Telkom.

Menurut Puspayoga dengan pemasaran via digital ini diyakini akan meningkatkan penjualan produk UKM, untuk selanjutnya diikuti dengan peningkatan produksi dan produktifitas UKM pun bisa naik. "Tantangan UKM digital selanjutnya adalah bagaimana bisa  menjaga kontinuitas dan kualitas produk. Kalau ini bisa dilewati, maka UKM tersebut akan sukses dan cepat berkembang," tambahya.

Bantuan yang diberikan PT Telkon untuk mendukung UMKM Go Digital tak berhenti sampai disitu. Sebagai perusahaan Telekomunikasi milik negara juga meluncurkan program “Pasar Rakyat dan UMKM Go Digital,” sebuah pembinaan dan pendampingan untuk meningkatkan literasi digital dan keuangan melalui program “mikro bina” guna mendukung digitalisasi perekonomian rakyat melalui UMKM. Untuk program ini, PT Telkom juga memperkenalan cara pembayaran cashless menggunakan uang elektronik miliknya, TCASH.

Dengan adanya program-program yang dilakukan oleh pemerintah tersebut, visi UMKM Go Digital 2020 nampaknya akan dapat terlaksana. Apalagi saat ini akses internet di Indonesia sudah tak lagi menjadi sebuah kendala. Selain itu, penggunaan smartphone atau ponsel pintar juga sudah semakin banyak di Indonesia. Bahkan tak sedikit produsen alat komunikasi tersebut yang mengeluarkan produk dengan harga murah. Sehingga, para pengusaha UMKM dapat dengan mudah memasarkan produknya dengan memanfaatkan ponsel tersebut.

Tak hanya itu, banyaknya aplikasi chat dan media sosial juga dapat dimanfaatkan para pelaku UMKM untuk memasarkan produk yang dijual. Tak hanya itu, para pelaku UMKM juga dapat memanfaatkan ecommerce khususnya yang dapat mendaftar secara Cuma-Cuma untuk memasarkan produknya tanpa harus mengorek kocek yang sangat dalam.

Artikel Terkait

This Is The Oldest Page


EmoticonEmoticon