Blog ini banyak menerbitkan artikel tentang teknik menulis artikel yang google friendly, dan ampuh atau tidak teknik tersebut masih menjadi pertanyaan. Ada banyak teknik seo on page yang saya tulis tetap relevan diterapkan hingga sekarang, namun tentu saja karena algoritma ranking google itu kian hari kian ditingkatkan kualitasnya dengan tujuan untuk memberikan hasil pencarian yang berkualitas, khususnya yang ditampilkan di halaman pertama, karena itu teknik seo dalam menulis artikel harus mengikuti perkembangan algoritma google.
Algoritma yang berkualitas disini dimaksudkan untuk memenuhi sepenuhnya keinginan pengunjung akan informasi yang terkait dengan kata kunci yang mereka ketik. Meskipun tidak bisa dipungkiri bahwa algoritma itu produk buatan manusia, yang tentu saja tidak sempurna dan tidak tertutup kemungkinan ditunggangi oleh kepentingan bisnis google.
Berikut ini strategi seo on page yang biasanya saya gunakan dalam penulisan artikel agar lebih berpeluang tampil di halaman pertama google. Teknik ini cukup bagus agar artikel kita aman dari degradasi, meskipun algoritma google selalu keluar dengan target yang bermacam-macam. Namun ini hanya pengalaman saya karena itu tidak ada jaminan bahwa ia akan efektif untuk anda.
Teknik menulis artikel yang baik.
Teknik penulisan judul artikel.
Sama dengan teknik SEO lama yaitu memasukkan kata kunci yang ditargetkan dalam bagian dari judul dan diletakkan di bagian awal judul. Namun mungkin yang perlu diperhatikan bahwa jumlah kata yang sama dalam judul sebaiknya tidak ada, kalaupun ada tidak lebih dari 2 saja. Buatlah judul yang tidak panjang. Judul yang pendek lebih kuat meskipun persaingannya biasanya lebih ketat.Judul menggambarkan tentang apa yang ingin kita sampaikan kepada pengunjung. Jadi jangan buat judul yang tidak relevan dengan isi.
URL posting yang baik.
Blogger menyediakan opsi pembuatan URL sesuai keinginan kita, sebuah fasilitas baru yang disediakan blogger.com yang memungkinkan kita membuat URL yang panjang untuk artikel sesuai keinginan, namun sebaiknya buatlah URL yang sama dengan judul artiikel. Lagi-lagi jangan menulis kata kunci yang sama lebih dari 2 buah dalam teks URL. Tujuannya agar tidak dianggap spam, meskipun belum terbukti benar, namun akan lebih baik kita berhati-hati.Kata kunci pada sub judul yang dilabeli tag H2, h3, h4 dst.
Kebiasaan saya dalam menulis artikel posting selalu membuat sub judul (subheading) pada artikel yang memuat kata kunci yang ditargetkan, yang kata kunci tersebut ada pula pada judul. Kemudian memberi tanda <h3> pada awal kalimat di sub judul dan tanda </h3> pada ahkir sub judul. Sub judul adalah tempat yang strategis untuk menempatkan kata kunci, dan menambahkan kode <h3> pada sub judul ditujukan untuk menambah bobot sang sub judul.Menambahkan sub judul pada posting masih perlu, namun akhir-akhir ini kebiasaan menambahkan kode <h3> saya tinggalkan, takut over optimasi, dan ternyata artikel posting saya bisa tetap tampil di halaman pertama google tanpa harus melabeli sub judul dengan tanda <h3> dan tanda </h3>. Yang perlu dilakukan adalah cukup menebalkan sub judul. Harus diperhatikan pula agar sub judul sesuai atau relevan dengan isi, jangan sampai karena bermaksud optimalisasi kata kunci malah berlebihan membuat sub judul, apalagi bila tidak relevan dengan isi.
Kepadatan kata kunci dalam artikel.
Apalah gunanya artikel tampil di halaman pertama google kalau isinya sama sekali tidak informatif. Pengunjung yang merasa disesatkan apakah mungkin akan berkunjung kembali. Jadi tidak cukup hanya tampil di halaman pertama google, yang tak kalah pentingnya adalah apakah deskripsi yang ditampilkan cukup menarik untuk diklik, kemudian apakah pengunjung bisa menemukan apa yang mereka cari di situs yang mereka kunjungi.
Membuat Link dalam artikel.
Membuat link menuju situs luar juga tidak masalah asalkan ia dimasukkan dalam kalimat dan memuat teks link sesuai dengan judul artikel di website yang dituju, dan lagi-lagi harus relevan.
Dalam banyak kasus seperti yang dilakukan oleh copyblogger.com yang dalam salah satu artikelnya memuat banyak link menuju situs luar, dan artikel tersebut tetap aman di halaman google, sebaiknya jangan dilakukan untuk blog kita yang masih kecil. Apalagi kalau link yang dibuat menuju situs bernilai authority rendah. Bisa-bisa dianggab link berbayar. Membuat link menuju situs luar juga beresiko karena bila ia dianggab tidak berkualitas oleh situs yang dituju dan dimasukkan dalam daftar disavow links akan buruk akibatnya bagi reputasi blog kita.
perlu hati-hati juga sekarang dengan adanya google pinguin lo,... kebanyakan naruh keyword malah bisa dianggap spam nanti. Anjurannya keywords density 2-4%..
BalasHapusCIPTAHOST: Idealnya memang tidak lebih dari 4% saja . Namun asalkan ia bisa dimasukkan dalam rangkaian kalimat yang nampak alami tidak masalah, namun umumnya memasukkan banyak keyword menjadikan ia nampak dipaksakan dimuat dalam artikel, lagi pula seringkali tidak enak dibaca
BalasHapus