Jumat, 09 September 2011

Benarkah perkembangan teknologi yang memberi kemudahan menciptakan generasi konsumtif

Seiring dengan kemajuan teknologi berbagai kemudahan sekarang ini bisa kita nikmati sehari-hari. Harga sebuah perangkat lunak yang berkualitas kian murah, bahkan tak jarang bisa kita dapatkan  gratis dengan fitur yang hanya terpaut sedikit dibandingkan dengan versi berbayarnya. Belum lagi hadirnya teknologi komputasi awan  telah menjadikan kuantitas pemanfaatan perangkat keras komputer pada banyak perusahaan menjadi sedikit dikurangi. Dan siapapun yang terkoneksi dengan internet kian mudah mendapatkan informasi yang berserakan di dunia maya, yang banyak dari informasi tersebut bisa didapatkan gratis. Kemudahan-kemudahan diatas juga menjadikan kita bisa memulai usaha dengan biaya lebih murah.

Namun kian rendahnya harga software canggih dan kian terkikisnya harga jual sebuah perangkat keras juga diimbangi dengan kian mahalnya tenaga teknis terampil dan orang-orang memiliki pengalaman dalam mengelola sebuah usaha. 

Pada tahap awal membangun sebuah  usaha seorang pemodal dapat memulainya dengan membayar manajer bergaji rendah, atau bahkan barangkali mengelola bisnis memanfaatkan panduan dari sebuah software. Tetapi ketika pembiayaan produk meningkat seiring perkembangan bisnis,  aplikasi gratisan tidak akan lagi membuat banyak perbedaan. Hampir semua biaya akan meningkat, terutama di departemen teknik. Dan tetap saja kita harus mengeluarkan biaya lebih untuk aktifitas PR dan pemasaran produk.

Dan akibat dari banyaknya aplikasi gratis dan kian mudahnya mendapatkan informasi, dan segala macam kemudahan lainnya menjadikan banyak tenaga muda tidak tertantang untuk menjadi terampil karena telah terbiasa dimanjakan dengan banyaknya fasilitas gratisan yang ada. 

Hal-hal yang berbau instan menjadi populer. Sebagai contoh : kita tidak lagi harus susah payah merangkai kode bahasa komputer untuk membuat sebuah software sederhana sekalipus, pun juga tidak harus dipusingkan dengan urusan pembuatan template situs web atau blog karena hanya dengan sedikit usaha mencari informasi kita akan segera menemukan template gratisan yang banyak tersedia di internet. Tidak juga harus susah payah membuat software untuk mendukung kegiatan bisnis karena kini banyak tersedia software gratis baik untuk kegiatan akuntansi, analisa data, konversi video audio, dsb

Banyaknya Kemudahan tersebut lambat laun akan menjadi salah satu sebab kian berkurangnya jumlah orang yang merasa perlu mempelajari dan memperdalam teknik pemrograman software komputer misalnya. Hingga akhirnya pasokan tenaga teknik terampil dibidang tersebut kian menipis, karena itu lambat laun tenaga terampil mereka akan dibayar kian mahal.

Pada saat dahulu ketika template gratisan masih susah ditemukan kita akan memaksakan diri mempelajari bahasa komputer untuk membuat web, lalu jadilah kita orang-orang kreatif yang menjadi terampil.

Lalu ketika template gratisan dengan tampilan menarik menjamur banyak generasi produktif berikutnya  merasa tidak lagi perlu memeras otak merangkai kode komputer untuk membuat sebuah template.  Ini berakibat pada meningkatkan golongan orang yang konsumtif, dan berkurangnya tenaga terampil yang (harus) menguasai ilmu pemrograman komputer.

Timbul pertanyaan, akankah kelak kita kehilangan generasi yang kreatif produktif mencipta suatu yang baru, lalu sebaliknya jumlah orang-orang yang konsumtif yang hanya menjadi penjiplak hasil karya orang lain meningkat dari hari kehari.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

SILAHKAN MEMBERIKAN KOMENTAR MENGGUNAKAN TATA BAHASA YANG BAIK DAN BENAR. KOMENTAR MENGGUNAKAN KATA DENGAN EJAAN YANG TIDAK BAKU AKAN DIHAPUS. TERIMA KASIH