Rabu, 14 Februari 2018

Pemerintah Targetkan 8juta UKM di Indonesia Go Online

Di era digital seperti ini, bisnis secara online memang sangat menjanjikan bagi para pengusaha. Bagaimana tidak? dengan cara tersebut, pengusaha dapat dengan mudah memasarkan produknya tanpa harus mengeluarkan cost yang sangat tinggi. Apalagi jika usaha tersebut masih masuk dalam kategori, kecil dan menengah, hal tersebut tentu menjadi solusi tersendiri untuk menaikan jumlah penjualan para pebisnis tersebut.

Seolah ingin memberikan dukungan terhadap para pelaku usaha kecil dan menengah, pemerintah dalam hal ini ini Kementerian Koperasi dan UKM bersama Kementerian Kominfo, berkomitmen untuk mengonlinekan 8 Juta UMKM sampai tahun 2020. Komitmen ini menunjukan keberpihakan pemerintah dalam memajukan UMKM sebagai salah satu tulang punggung perekonomian Indonesia.
Dengan mengikuti gerakan pengonlinean ini, para UMKM akan mendapatkan peluang untuk distribusi Kredit Usaha Rakyat (KUR) terbesar dalam 1 x 24 jam, Inkorporasi RKB, transformasi inklusi finansial, serta kesempatan membuat NPWP serentak untuk seluruh pelaku UMKM yang akan dionlinekan.

8juta-ukm-diindonesia-go-online

 Para UMKM tersebut juga akan dibimbing mulai dari proses pengonlinean hingga manajemen dan promosi online. Proses promosi sendiri akan dibantu mulai dari pemotretan produk, deskripsi produk, harga, lalu juga mendapat domain .id sekaligus hosting secara gratis. Produk-produk UMKM yang telah terdaftar tersebut kemudian akan dipromosikan dan ditempatkan di marketplace besar seperti Tokopedia, Blibli.com, Elevania, dsb.

Pencanangan gerakan 100.000 Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Go Online secara serentak di 30 kota/kabupaten di Indonesia digagas seiring dengan visi Presiden Joko Widodo untuk menjadikan Indonesia sebagai Digital Energy of Asia.

Jika ditarik ke belakang, UKM Go Online geliatnya memang sudah sangat terlihat. Buktinya, salah satu majalah marketing Indoneisa, Marketeers telah merangkum lima puluh UKM yang sudah lebih dulu go online pada April 2012 silam. Lalu, UKM apa saja yang sudah layak disebut go online, berikut daftarnya.
1.    Ahrsproducts.com: Bisnis Aksesori Balap Motor Ala AHRS
2.    Amblefootwear: Oleh Orang Indonesia Yang Memiliki Taste Internasional
3.    Aneka Bunga: Mengajak Konsumen Merangkai Bunga di Dunia Online
4.    Bebitang.com: Bebitang Suguhkan Katering Ibu dan Bayi
5.    Belowcepek.com: Jualan Pakaian Wanita Online Below Cepek
6.    Brosurkilat.com: Membangun Kepercayaan Pelanggan Lewat Dunia Online
7.    Buluhjatnikadesign.com: Bambu Jatnika Melenggang Global
8.    Cahaya Lampu: Memperkenalkan Nilai Estetis dari Lampu
9.    Chocodot: Coklat Isi Dodol yang Membanggakan Garut
10.    DogIsDog: Portal Untuk Anjing Yang Sehat Lahir dan Batin
11.    DokterKomputer.com: Service Komputer
12.    Farfallepasta.com: Jualan Pasta Online
13.    Fetra Baby Set Collection: Hasil Binaan Pemerintah Daerah yang Sukses
14.    Furniture Aktif: Mendaur ulang barang bekas, menjual lewat online.
15.     Godong Ijo Menjual Alam dan Keasrian
16.    KaosCouple99.net: Menjual Kaos Untuk ABG Yang Kasmaran
17.    leginayba.com Leginayba Ubah Tulang Jadi Uang
18.    Lorco.co.id: UKM yang Jualan Kampanye Keselamatan
19.    Maber Teknindo: Memanfaatkan Usaha UKM yang Fleksibel
20.    Magno-design.com: Radio Kayu Magno Dari Temanggung Untuk Dunia
21.    Maicih.com: Mempraktekan Cara Baru Berjualan Keripik Pedas
22.    Mendong K Craft: Selalu Berupaya Berbisnis dengan Etis
23.    Natural House Deco: Mendunia karena online di www.bisnisgoonline.co.id
24.    Omegastones.net: Menjual Batu Alam Ke 25 Negara
25.    Pempek Lince: Order Meningkat 300% Semenjak Tahun 2010
26.    Pesanlogo.net: Melayani Jasa Desain Dari Mojokerto
27.    PETERSAYSDENIM: Jeans Lokal yang Merangkul Band-Band Internasional
28.    Pourvous (www.MyPourvous.com): Dari Industri Rumahan ke Dunia Online
29.    Puff-IT Destructurizer (www.puff-it-now.com): Lewat Online, Memasarkan Produk Perontokan Bulu
30.    Rattanland.com: Modal Rp 5 juta membangun Bisnis Rotan di Internet
31.    Rombongku: Si Pembuat Rombong dan Gerobak Cantik
32.    SahabatBambu.com: Memasarkan Indonesia Lewat Bambu Awet
33.    SahabatPC.com: Omset Rp 300 Juta per Bulan Lewat Aktivitas Online
34.    SahabatSouvenir: UKM yang Bersahabat
35.    Sarandi Karya Nugraha: Penyedia Alat Kesehatan 100% Indonesia
36.    Sedapur.com: UKM dengan Layanan Untuk UKM
37.    Situsmesin.com: UKM Penyedia Aneka Mesin untuk UKM
38.    Sofiehandmade.com: Inspirasi Bagi Lingkungannya
39.    Sourdjan-online.com: Dari door-to-door kini ke online
40.    Steak Hotel by Holycow! Tanpa Website pun, Tetap Eksis di Dunia Online
41.    subur-ceramic.com: Subur yang Subur Karena Keramik
42.    Teak123.com: Omset Bermiliaran Rupiah Dengan Web Sederhana
43.    TheBaliDriver.com: Jasa Tur Operator Yang Sadar Search Engine
44.    Tokokerajinanjogja.com: Toko Penyedia Produk 101 Persen Asli Jogja
45.    UD. Tri Mulya Onix: Produksi di Desa, Jualan dari Jerman sampai ke Spanyol
46.    Unifarah: Jualan Rendang Lewat Online
47.    Up (iwearUP.com): Membangun Bisnis UKM dengan passion + purpose
48.    Wangsajelita.com: jualan Sabun Alami
49.    WonderShoe.com: Website Rapih Tempat Jualan Sepatu
50.    Yukai Shabu Sushi (www.yukaishabusushi.com): Restoran Jepang Tanpa Bentuk Fisik

Selasa, 13 Februari 2018

Mudahnya Membuat Toko Online

Usaha online atau online shop memang sedang menjamur di seluruh dunia. Bahkan tak sedikit merk kenamaan dunia juga ikut membuka toko secara online. Maklum dengan adanya toko online  para penjual dapat lebih banyak lagi mendapat kesempatan untuk menjangkau pasar yang lebih luas. Bahkan, tak sedikit pengusaha yang rela mengurangi jumlah toko offlinenya dan memilih untuk mengembangkan tokonya secara online.

mudahnya-membuat-toko-online

Apalagi untuk membuat toko secara online dapat dilakukan tanpa perlu mengorek kocek yang dalam. Pengusaha hanya perlu memanfaatkan jasa pembuatan toko online terpercaya yang profesional atau memanfaatkan beberapa media sosial atau blog, seperti wordpress atau Kaskus. Tentu saja dengan menggunakan hal tersebu membuat toko online akan jaih lebih murah. Tak hanya itu, jika pengusaha tersebut memang memiliki kemampuan IT yang sangat baik, tak menutup kemungkinan jika toko onlineya dapat dibikin secara gratis tanpa perlu mengandalkan sebuah jasa pembuatan toko online.

Selain itu, untuk membuat toko online pengusaha tentu saja harus memiliki logo tersendiri. Hal ini merupakan sebuah keharusan. Pasalnya, logo sebuah toko akan menjadi identitas sendiri untuk toko online itu agar terlihat lebih terpercaya. Logo yang dipilih seorang pengusaha online juga harus memenuhi beberapa unsur yang dapat membuat tokonya menjadi dilirik oleh para konsumen.

Salah satu hal yang harus dilakukan oleh pengusaha adalah dengan memanfaatkan sebuah jasa pembuatan logo toko online yang sudah terpercaya dan juga lengkap. Pengusaha tak boleh hanya melihat dari satu sisi, mereka juga harus melihat seberapa profesional jasa pembuatan logo toko online tersebut.

Cara lainnya yang dapat dilakukan pengusaha untuk membuat toko online dengan cara mengandalkan platform toko online yang sejak 2017 sudah mulai menjamur. Beberapa toko online yang menjadi favorite para costumer antara lain, Shoppee.id, Bukalapak.com dan Tokopedia. Ketiga e commerce tersebut dianggap oleh para pebisnis online sebagai sebuah platform toko online yang sangat baik. Apalagi, ketiganya sering memberikan penawaran yang sangat menarik kepada pelanggannya.

Sebut saja Shopee.id sebuah ecommerce yang dengan mudah dapat dimanfaatkan para pengusaha online untuk memasarkan barangnya. Selain dapat dibuat dengan cuma-cuma, Shopee juga memberikan sebuah keuntungan kepada para pelanggan karena tak perlu membayar biaya ongkos kirim.

Kemudian, untuk bukalapak.com juga memiliki sebuah sistem yang dapat menguntungkan pembeli dan penjual. Ecommerce yang dibuat oleh orang Indonesia itu menerapkan sistem penyimpanan uang pembeli sebelum barang yang dipesan sampai di tangan pembeli. Hal ini tentu saja dapat menumbuhkan kepercayaan sendiri bagi para pelanggan untuk berbelanjan melalui ecommerce yang menampung para pengusaha kecil dan menengah itu.

Kendati demikian, bukan berarti para pengusaha online tak dapat membuat sendiri toko onlinenya. Pengusaha dapat memanfaatkan blog, seperti blogspot atau wordpress untuk membuat sendiri website onlinenya secara gratis. Cara membuat website toko online juga cukup mudah, pengusaha hanya perlu mendesain dengan cantik website tersebut agar menarik perhatian para pengunjung. Jangan lupa juga, sebagai solusi untuk pembuatan toko online, pengusaha juga perlu menambahkan sebuah chat engine agar pelanggan dapat dengan mudah bertanya mengenai barang yang akan dibeli.

Selain itu, ponsel yang digunakan para pengusaha juga harus selalu aktif dan memberikan respon yang cepat agar pelanggan tak merasa curiga karena mendapat respon yang lambat. Maklum, kebanyakan pelanggan khususnya di Indonesia akan langsung pergi jika respon dari penjual dianggap lamban.

Senin, 12 Februari 2018

Shopee Platform E-Commerce yang Bebas Ongkos Kirim

shopee-platform-E-Commerceyang-bebas-ongkos-kirim

Seiring dengan menjamurnya bisnis online di Indonesia, pertumbuhan e-commerce semakin pesat sepanjang 2017 silam. Dilansir dari detik.com berdasarkan riset Google Temasek beberapa laman e-commerce jadi yang paling banyak dicari oleh warganet. Nama-nama seperti, Lazada dan Tokopedia berada di posisi puncak dan ada pertumbuhan yang konsisten dari Shopee.

Shopee merupakan perusahaan e-commerce yang berada di bawah naungan Garena (berubah nama menjadi SEA Group), perusahaan internet di Asia Tenggara. Menjalankan bisnis C2C mobile marketplace, Shopee resmi diperkenalkan di Singapura pada tahun 2015 yang diikuti dengan negara Malaysia, Filipina, Taiwan, Thailand, Vietnam, dan Indonesia.

Mengusung visi "Menjadi C2C Mobile Marketplace Nomor 1 di Asia Tenggara", Shopee yang berada di bawah naungan CEO, Chris Feng, pria lulusan terbaik dari Universitas Nasional Singapura yang memungkinkan para penggunanya membeli atau menjual barang melalui aplikasi yang tersedia di platform iOS dan Android.

Shopee Indonesia resmi diperkenalkan di Indonesia pada Desember 2015 di bawah naungan PT Shopee International Indonesia. Sejak peluncurannya, Shopee Indonesia mengalami perkembangan yang sangat pesat, bahkan hingga Oktober 2017 aplikasinya sudah didownload oleh lebih dari 25 juta pengguna.

Pertumbuhan Shopee di Indonesia memang cukup signifikan. Dilansir dari detik.com Shopee bahkan dapat menyalip posisi bukalapak.com dalam daftar e commerce yang paling digemari di Indonesia. Selain itu, banyak pula pedagang khususnya UKM memanfaatkan e commerce ini sebagai salah satu platform untuk menjajakan produk yang dimilikinya.

Selain itu, untuk bergabung sebagai penjual di Shopee juga sangat mudah. Penjual hanya perlu mengunduh aplikasi Shopee di android atau ios miliknya. Setelah itu, penjual hanya perlu mengunduh foto produk yang akan dijual. Jangan lupa, foto yang diunggah juga harus dibuat semenarik mungkin agar para konsumen merasa tertarik dengan produk yang dijualnya.

Selain itu, Shopee juga akan menawarkan one stop mobile experience, Shopee menyediakan fitur live chat yang memudahkan para penjual dan pembeli untuk saling berinteraksi dengan mudah dan cepat. Tak hanya untuk penjual, Shopee juga memberikan layanan untuk para kostumernya. Pasalnya, Shopee akan menahan pembayaran kostumer sebelum barang yang dibeli sampai di tangan konsumen.

Shopee Indonesia juga berkerjasama dengan beberapa jasa logistik di Indonesia, seperti JNE, J&T, GO-JEK (Go-Send), dan Pos Indonesia untuk membantu proses pengiriman barang. Selain itu, dalam perjalanannya Shopee juga mendapat berbagai penghargaan, seperti "The Indonesian Netizen Brand Choice Award 2017" untuk kategori Belanja Online pada Maret 2017. Penghargaan ini merupakan bagian dari komitmen media Warta Ekonomi untuk mengapresiasi perusahaan dan brand di seluruh negeri yang telah menunjukkan dampak positif signifikan pada platform digital, khususnya di Media Sosial.

Kemudian, Shopee juga mendapat “The Best in Marketing Campaign” di ajang penghargaan bergengsi Marketing Award 2017 yang dipersembahkan oleh Majalah Marketing pada September 2017 lalu. Terpilihnya Shopee merupakan pengakuan atas suksesnya kampanye pemasaran yang terpusat pada pengguna pada tahun sebelumnya, seperti Mobile Shopping Day 2016 dan Kampanye Ulang Tahun “Paling Murah” yang memberikan kontribusi signifikan terhadap performa bisnis Shopee dan industri e-commerce secara umum.

Terakhir, Shopee juga mendapatkan “Bright Awards Indonesia 2017” untuk kategori Iklan Paling Berkesan (The Brightest Ad) mengungguli 6 nominator lainnya. Terpilihnya Shopee merupakan hasil pengakuan dari voting masyarakat Indonesia atas suksesnya iklan Shopee yang bertajuk “Parodi Jokowi”. Iklan ini mengusung tema kedekatan lokal Presiden Joko Widodo, yang sering memberikan sepeda untuk masyarakat Indonesia.

Minggu, 11 Februari 2018

Uang Elektronik Wujud Nyata Inovasi Teknologi di Indonesia

Uang elektronik sudah bukanlah hal yang asing di kalangan masyarakat perkotaan. Sejak diwajibkannya, Flazz, BCA, Emoney Mandiri, BNI Tap Cash dan BRI Brizz, di halte transjakarta. Hampir 80% warga Jakarta dan sekitarnya memiliki alat pembayaran ini. Namun, tahukah Anda kalau uang elektronik sudah bukan hanya dikeluarkan oleh Bank?

uang-elektronik-wujud-nyata-inovasi-teknologi-diindonesia

Bank Indonesia sendiri telah memberikan izin kepada 21 instansi yang hanya terdiri dari 9 Bank dan sisanya adalah lembaga non keuangan yang didalamnya termasuk perusahaan telekomunikasi mengantongi izin menerbitan uang elektronik.

Hal ini dilakukan dalam rangka mengefektifkan program inklusi keuangan dan juga Gerakan Nasional Non Tunai yang dicanangkan oleh Bank Indonesia. Salah satu hal yang mendasari perusahaan telko menerbitkan uang elektronik, karena jumlah pengguna ponsel di Indonesia lebih besar dibandingkan jumlah nasabah Bank. Menurut data beberapa perusahaan telekomunikasi, jumlah penetrasi ponsel di Indonesia sudah sampai diangka 330juta atau sekitar 125% dari jumlah populasi.

Selain jumlah yang besar, masyarakat di Indonesia saat ini lebih senang membawa ponsel dibandingkan membawa dompet. Seperti ungkapan, feeling naked without handphone, inilah yang dirasakan masyarakat di Indonesia. Oleh karena itu, tiga perusahaan telekomunikasi besar di Indonesia dengan percaya diri melenggang ke ranah finansial dengan menghadirkan uang elektronik yang dapat diakses di ponsel.

Perusahaan telekomunikasi yang pertama kali mengeluarkan produk uang elektronik adalah Telkomsel di tahun 2008. Digadang sebagai perusahaan telekomunikasi terbesar di Indonesia, Telkomsel pun akhirnya menerbitkan uang elektronik dengan nama TCASH. Ketika pertama kali dikeluarkan, Telkomsel menggunakan fitur UMB atau USSD (*XXX#).

Diawal kehadirannya, TCASH bekerjasama dengan beberapa convenient store dan minimarket. Dengan menggunakan token atau otp melalui sms pelanggan telkomsel sudah dapat melakukan transaksi dengan saldo di ponselnya tanpa harus mengeluarkan uang tunai. Namun sayang, karena penggunaannya dianggap kurang praktis, akhirnya lebih banyak pelanggan pasif dibandingkan dengan yang aktif.

Tujuh tahun berselang, akhirnya Telkomsel belajar dari masa lalu. Mereka berinovasi untuk TCASHnya dengan mengganti USSD menjadi kartu NFC. Karena mereka berfikir kalau masyarakat di Indonesia lebih senang menggunakan kartu karena ada bentuk fisiknya.

Rudy Hamdani, VP Mobile Financial Services Operations, PT Telekomunikasi Indonesia (Telkomsel) mengatakan bahwa mereka sadar benar akan kebiasaan orang Indonesia yang biasa menggunakan kartu.

“Kami sepakat menggunakan kartu, tetapi kartu itu kan butuh dompet. Oleh karena itu, kami berpikir kalau kami harus menciptakan suatu fasilitas yang dapat menggantikan dompet. Nah, kami pun akhirnya membuat kartu NFC yang dapat ditempel di ponsel. Sebenarnya itu juga kartu hanya bedanya, dapat ditempel di ponsel,” ungkapnya.

Setelah inovasi yang dilakukan Telkomsel pelanggan aktifnya pun bertambah, tercatat sampai dengan tahun ini sudah ada 800ribu pengguna TCASH Tap di Indonesia. Ditambah lagi, saat ini TCASH sudah bekerjasama dengan beberapa merchant, seperti Mc Donalds, KFC, Wendys, Coffee Bean, Chatime dan lainnya dan juga memberikan diskon-diskon di merchant tersebut.

“Kami itu memiliki prinsip pelanggan itu mencoba dan merasakan dulu bagaimana TCASH. Nah, promo-promo yang kami berikan itu salah satunya,” ungkap Rudy.

Walaupun menurutnya promo ini tidak akan selamanya diberikan, tetapi dirinya yakin jika para pelanggan yang sudah mengetahui mudahnya bertransaksi dengan TCASH akan tetap menggunakannya. Selain itu jumlah pelanggan yang sudah mencapai 150juta di seluruh Indonesia juga menjadi kunci kesuksesan produk uang elektronik yang mereka terbitkan.

Perusahaan telekomunikasi lainnya yang juga memberikan layanan uang elektronik adalah Indosat Oreedoo dengan produknya, Dompetku Indosat. Sebuah layanan keuangan yang dapat diakses melalui ponsel. Berbeda dengan Telkomsel yang telah mengubah fitur layanan dari USSD menjadi NFC. Indosat dengan Dompetkunya masih setia memiliki dua fitur tersebut.

“Strategi kami bakar nyamuk, jadi kami mengincar orang-orang yang dipinggir kota dulu baru ke kota. Karena itulah kami masih memberikan layanan USSD (*XXX#) untuk para pelanggan yang belum menggunakan smartphone,” ujar Randy Pangalila, Group Head Mobile Finance Service, PT Indosat Oreedoo.

Randy mennuturkan, sampai dengan saat ini jumlah transaksi Indosat Dompetku sudah mencapai Rp.800ribu per hari dan jumlah ini akan akan terus bertambah seiring dengan layanan Dompetku Indosat yang sudah menjadi telko agnostik.

“Saat ini untuk mendaftar Dompetku sudah tidak perlu lagi memiliki nomor Indosat. Semua nomor sudah dapat digunakan untuk mendaftar di aplikasi Dompetku Indosat,” jelas Randy.
Indosat sendiri sampai dengan semester pertama 2016 sudah mengantongi 70juta pelanggan di seluruh Indonesia.

Tak mau kalah dari dua perusahaan telekomunikasi besar Indonesia, PT XL Axiata juga menerbitkan uang elektronik yang bernama XL Tunai. Layanan yang sudah hadir sejak tahun 2012 ini sampai dengan tahun ini selalu meningkat tajam.

Menurut Alfie Tjahjo Prasetyo, Head of Mobile Finance, XL Axiata, pengguna XL Tunai sudah mencapai 1,8juta dengan penyebaran yang sudah menjangkau 93% populasi di Indonesia, seduai dengan coverage jaringan yang dimiliki oleh XL.

Hadirnya uang elektronik dari perusahaan telekomunikasi ini disambut baik oleh Bank Indonesia dengan memberikan dua izin sekaligus kepada perusahaan telekomunikasi, yaitu izin penerbitan uang elektronik serta kegiatana pengiriman uang atau transfer.

Eni Panggabean, Direktur Eksekutif Departemen Kebijakan dan Pengawasan Sistem Pembayaran Bank Indonesia, mengatakan Pengguna ponsel sangat besar di Indonesia maka penggunaan fitur teresebut menjadi salah satu potensi pengembangan instrumen sistem pembayaran. Sebagaimana kita ketahui, saat ini pengguna ponsel di Indonesia mencapai angka lebih dari 310 juta, bahkan melebihi jumlah penduduk di Indonesia.

“Inisiatif yang diakukan perusahaan telekomunikasi tersebut merupakan strategi untuk meningkatkan transaksi menggunakan uang elektronik server based milik masing-masing, yaitu Dompetku milik Indosat, T-Cash milik Telkomsel, dan XL Tunai,” jelasnya.

Selain itu, terbitnya uang elektronik dari perusahaan telekomunikasi juga menjadi sebuah wujud nyata akan adanya inovasi teknologi di Indonesia. Walaupun penerapannya lebih banyak di Jakarta, tetapi penggunaan uang elektronik dan budaya cashless di Indonesia ini menjadi tolak ukur baru bahwa bangsa Indonesia sudah sangat melek terhadap kemajuan teknologi.

Sabtu, 10 Februari 2018

Media Sosial Platform Baru Bisnis Online Tanpa Modal

Seiring berkembangnya zaman, banyak hal yang mengalami perubahan, mulai dari gaya hidup sampai cara membangun usaha atau bisnis. Jika di masa lalu membuat sebuah bisnis membutuhkan modal yang besar, tak demikian dengan sekarang. Di era digital seperti saat ini, membangun sebuah bisnis bukanlah hal yang sulit. Pasalnya, belakangan ini modal besar sudah tak menjadi halangan setiap orang untuk membangun sebuah usaha. Salah satunya dengan membuat bisnis secara online atau online shop.
media-sosial-platform-baru-bisnis-online-tanpa-modal


Bisnis online belakangan ini memang sedang menjadi tren baru di seluruh dunia. Maklum, membuat sebuah online shop memang sangat mudah. Pengusaha hanya perlu memanfaatkan media sosial untuk menjajakan barang dagangannya. Apalagi saat ini media sosial seperti Facebook, sudah memiliki platform sendiri untuk membantu pengusaha berbisnis. Sehingga, tak sedikit pengusaha jualan online di Facebook dan sukses. Selain itu, melalui facebook para pengusaha juga tak perlu lagi mengeluarkan modal untuk mempromosikan barang dagangannya.

Cara berjualan di facebook tidaklah sulit. Pengusaha tak perlu duduk diam di depan komputer atau laptop sepanjang hari untuk melayani para pembeli. Mereka hanya perlu sebuah ponsel pintar atau handhpone dan koneksi internet yang memadai serta membuat sebuah akun di Facebook. Jangan lupa, nama dari akun tersebut sama seperti nama dari toko yang akan memasarkan barang dangan, sehingga nama yang digunakan haruslah unik.

Untuk membuka usaha online shop, para pengusaha juga tak perlu mengeluarkan modal yang besar. Bahkan, beberapa pebisnis online hanya bermodalkan nol rupiah untuk membuka bisnis onlinenya.  Salah satu trik yang dilakukan penjual lakukan adalah dengan menggunakan memanfaatkan sistem reseller. Reseller merupakan sebiuah sistem yang digunakan seorang distributor untuk menaikan jumlah penjualannya. Biasanya, hal ini sering dilakukan oleh para pengusaha online shop di bidang fashion.

Selain itu, melalui sistem reseller para pengusaha online shop juga tak perlu pusing dengan banyaknya barang dagangan yang menumpuk. Pasalnya, untuk menggunakan sistem ini distributor akan memberikan layanan dropshipper. Sebuah layanan yang akan mengirimkan langsung kepada kostumer. Sayang, untuk sistem dropshipper ini memang kurang baik. Karena reseller tak mengetahui langsung kualitas dari barang yang sudah dikirim.

Namun, dengan menjamurnya bisnis online shop di dunia. Pengusaha juga harus mencari cara atau trik agar usaha onlinenya dapat berhasil. Selain itu, pengusaha juga harus mengetahui jenis usaha online apa yang paling menguntungkan. Hal ini sebaiknya harus dipikirkan setiap pengusaha khususnya pemula di awal pembukaan toko onlinenya. Maklum, saat ini untuk sukses usaha online pengusaha tak lagi bersaing dengan beberapa brand yang sudah memiliki nama besar yang juga memiliki usaha online.

Kendati begitu, pengusaha pemula tak perlu merasa takut untuk memulai usaha online. Asalkan mereka mengetahui cara untuk mengatasi sebuah masalah dalam berbisnis, besar kemungkinan usaha online yang dibangunnya akan menjadi yang terbaik. Tak hanya itu, pemilihan produk yang dijual juga perlu diperhatikan. Pengusaha tak dapat hanya sekadar mengikuti tren dalam membuat sebuah usaha online.

Pengusaha juga perlu meneliti barang apa yang menguntungkan untuk di jual secara online. Selain itu, pengusaha juga perlu memperhatikan target konsumen dalam menjual barang dagangannya. Tak lupa, pengusaha online juga perlu menjaga kualitas dan citra dari usaha onlinenya agar selalu mendapat kepercayaan dari para pelanggannya.

Jumat, 09 Februari 2018

Kisah Sukses Pebisnis Indonesia Bangun Waralaba dengan Cara Berbeda

Dalam mengembangkan sebuah bisnis. Para pengusaha memiliki strategi pemasarannya tersendiri, seperti membuka kantor cabang, melakukan kerjasama dengan perusahaan besar atau menjalin kemitraan atau biasanya disebut dengan waralaba.

Kisah-Sukses-Pebisnis-Indonesia-Bangun-Waralaba-dengan-Cara-Berbeda

 Seperti yang dilakukan oleh merek D’Penyetz dalam megembangkan usahanya. D’PENYETZ sendiri pertama kali berdiri pada tahun 2005 di Orchard Road, Singapura dengan nama Dapur Penyet, kemudian berubah nama ditahun 2009 menjadi D'PENYETZ. Menurut sang pemilik Edy Ongkowijaya, saat itu memiliki passion di bidang kuliner dan juga pada saat itu di Singapura masih jarang kuliner makanan khas Indonesia.

Sukses mengembangkan bisnis di negara tetangga dengan tiga outlet di negara tetangga dan satu di negeri sendiri, akhirnya D’PENYETZ pun memutuskan untuk mewaralabakan mereknya, dengan membuka outlet waralaba di ITC Roxy Mas. Mitra awalnya bernama Vallent Tjoe yang mengeluarkan modal sekitar 250juta untuk membuka outlet tersebut yang kemudian telah balik modal di bulan ke sebelas.

Sukses dengan mitra pertamanya, D’PENYETZ pun akhirnya fokus mengembangkan bisnisnya lewat waralaba. Saat ini, D’PENYETZ sudah memiliki sekitar 56 outlets yang tersebar di lima negara di Asia, seperti Singapura, Malaysia, Indonesia, Brunei Darussalam dan Myanmar. Jika dilihat sekilas, memang D’PENYETZ tidak memiliki keistimewaan namun merek ini memiliki keunggulannya tersendiri, seperti menu yang variatif, tidak melulu ayam yang disajikan, dapat menjangkau berbagai kalangan karena menunya lebih merakyat.

D’PENYETZ selalu berinovasi dengan menu baru, strategi marketing dan  motivasi lagi untuk para mitranya. Kemudian D”PENYETZ menekankan 90 persen konsistensi.dengan memberikan intensif training 1 bulan untuk kokonya sebelum job placement. Konsepnya, bukan hanya restoran, tetapi juga ada konsep foodcourt dan ruko. Merek kami telah terkenal di luar atau Overseas Brand Image, dimana saat ini market Indonesia cenderung tertarik untuk Brand yang berasal dari luar negeri.

Untuk bermitra dengan D’PENYETZ, para mitra dapat mengirimkan email ke edypenyetz@gmail.com setelah memenuhi syarat yang diajukan, mulai dari isi formulir sampai survey lokasi. Dana yang dibutuhkan untuk membuka waralaba ini berkisar antara 200-350 jt untuk konsep foodcourt dan 650 jt - 900 jt untuk restoran. Sementara mitra akan mendapatkan Break Even Poin setelah tujuh sampai enam belas bulan, tergantung dari lokasi outletnya.

Berbeda dengan Edy Ongkowijaya yang mengembangkan makanan asli Indonesia di negara tetangga. Albert Sentosa yang seorang pecinta kuliner Korea Selatan, mencoba mencari peruntungan bisnis dengan membuka restoran Korea di Indonesia dengan nama Samwon House.

Samwon House mulai berdiri pada tahun 2010. Albert mengaku kalau pada saat itu restoran Korea masih sangat sedikit dan memiliki peluang bisnis yang sangat bagus. Setelah enam bulan sukses dengan outlet pertama, kemudian outlet kedua pun didirikan di daerah Wolter Monginsidi dan outlet ketiga pun berdiri di tahun yang sama di Puri Indah Mall.

Melihat perkembangan bisnisnya yang sangat bagus dan makanan Korea dapat diterima di lidah orang Indonesia. Akhirnya pada tahun 2013 Albert memutuskan untuk mewaralabakan merek restorannya dengan mitra pertama bernama Hendra Gunawan dengan membuka outlet di Central Park, Jakarta Selatan.

Untuk Samwon sendiri, mereka memiliki tiga merek yang diwaralabakan, Samwon House yang konsepnya fine dining dan  grill restoran, Samwon Express dengan konsep fast food dan K-drink yang merupakan merek untuk menu makanan pencuci mulut dan bubble drink.

Untuk bermitra dengan Samwon sendiri, untuk para investor yang tertarik dengan bisnis kuliner Korea dengan biaya investasi mulai dari Rp. 309 juta. Keuntungan/laba bersih berkisar 20-25% dari omset dan biaya operational yang terdiri dari 30% untuk bahan baku, 20% untuk sewa dan 15% untuk gaji karyawan.

Mitra bisnis akan mendapatkan passive income yang menguntungkan. Semua persiapan, mulai survey lokasi, design interior, pembukaan outlet, penyediaan bahan baku, penyediaan SDM profesional sampai pada promosi dan pemasaran di support penuh oleh Management SamWon. Pewaralaba mendapatkan keuntungan yang sangat menarik dari segi nilai investasi dengan Break Even Point (BEP) antara 10-18 bulan (Bergantung kondisi dan lokasi outlet). Untuk melihat lebih lengkap mengenai waralaba Samwon Grup dapat diakses lewat, www.samwonhouse.com.

Dukung Visi Ekonomi Indonesia 2020, Pemerintah Dorong UMKM Go Digital

Visi ekonomi Indonesia 2020 ialah menjadi “The Digital Energy of Asia” dengan target pertumbuhan transaksi e-Commerce sebesar USD 130 Miliar. Dalam mengejar visi ini, pemerintah mengaku menghadapi dua tantangan utama yang harus diselesaikan secara seimbang dan serentak yaitu globalisasi dan sistem ekonomi yang adil dan produktif, yang berpihak pada rakyat serta terjaminnya sistem insentif ekonomi yang adil dan mandiri.

Pemerintah-Dorong-UMKM-Go-Digital
 Oleh karena itu, pemerintah dalam hal ini Kementerian Koperasi dan UKM, Kementerian Komunikasi dan Informatika dan pemerintah daerah dengan giat mengajak para pelaku UMKM (Usaha Kecil dan Menengah) untuk mulai memanfaatkan platform digital untuk memasarkan produknya.

Demi mewujudkan hal tersebut, pemerintah nampaknya sadar tak dapat berjalan sendiri. Sehingga, pemerintah menggandeng beberapa e-commerce platform UMKM untuk melakukan Gerakan Nasional digitalisasi UMKM. Adapun e-Commerce yang dilibatkan adalah BLANJA.com, MatahariMall.com, Lazada, Shopee, Blibli, Tokopedia dan Bukalapak.
Hal ini juga dilakukan untuk mendorong kekuatan ekonomi nasional yang berbasis UMKM. Gerakan Nasional ini juga didukung oleh 2 program pemerintah yaitu 8 juta UMKM dan Ekonomi Kerakyatan.

UMKM dipilih sebagai representasi ekonomi rakyat dikarenakan dapat menyerap tenaga kerja ± 90 % serta memberikan kontribusi sebesar 58% pada Produk Domestik Bruto Nasional. Terlebih lagi dari hasil survey UMKM yang telah online, dapat disimpulkan bahwa berjualan online dapat meningkatkan pendapatan UMKM hingga 26% dan meningkatkan penyerapan tenaga kerja yang berimbas pada peningkatan ekonomi nasional secara berkala dan bertahap.

Tak hanya itu, belakangan ini geliat digitalisasi UMKM memang semakin terasa. Salah satu upaya yang terlihat adalah dengan diresmikannya kampung UKM digital di Cianjur, Jawa Barat. Lewat rilis yang disiarkan di website Kementerian Koperasi dan UMKM, Kampung UKM Digital ini merupakan hasil kerjasama dengan PT Telkom.

Menurut Puspayoga dengan pemasaran via digital ini diyakini akan meningkatkan penjualan produk UKM, untuk selanjutnya diikuti dengan peningkatan produksi dan produktifitas UKM pun bisa naik. "Tantangan UKM digital selanjutnya adalah bagaimana bisa  menjaga kontinuitas dan kualitas produk. Kalau ini bisa dilewati, maka UKM tersebut akan sukses dan cepat berkembang," tambahya.

Bantuan yang diberikan PT Telkon untuk mendukung UMKM Go Digital tak berhenti sampai disitu. Sebagai perusahaan Telekomunikasi milik negara juga meluncurkan program “Pasar Rakyat dan UMKM Go Digital,” sebuah pembinaan dan pendampingan untuk meningkatkan literasi digital dan keuangan melalui program “mikro bina” guna mendukung digitalisasi perekonomian rakyat melalui UMKM. Untuk program ini, PT Telkom juga memperkenalan cara pembayaran cashless menggunakan uang elektronik miliknya, TCASH.

Dengan adanya program-program yang dilakukan oleh pemerintah tersebut, visi UMKM Go Digital 2020 nampaknya akan dapat terlaksana. Apalagi saat ini akses internet di Indonesia sudah tak lagi menjadi sebuah kendala. Selain itu, penggunaan smartphone atau ponsel pintar juga sudah semakin banyak di Indonesia. Bahkan tak sedikit produsen alat komunikasi tersebut yang mengeluarkan produk dengan harga murah. Sehingga, para pengusaha UMKM dapat dengan mudah memasarkan produknya dengan memanfaatkan ponsel tersebut.

Tak hanya itu, banyaknya aplikasi chat dan media sosial juga dapat dimanfaatkan para pelaku UMKM untuk memasarkan produk yang dijual. Tak hanya itu, para pelaku UMKM juga dapat memanfaatkan ecommerce khususnya yang dapat mendaftar secara Cuma-Cuma untuk memasarkan produknya tanpa harus mengorek kocek yang sangat dalam.